Bahasa IndonesiaEnglish
Bahasa IndonesiaEnglish

Kualitas Lingkungan Hidup

Kualitas lingkungan hidup adalah kondisi lingkungan yang mencerminkan tingkat keseimbangan antara komponen biotik, abiotik, dan aktivitas manusia, yang diukur melalui pemenuhan baku mutu lingkungan serta daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, dalam rangka menjamin keberlanjutan fungsi lingkungan bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Informasi Umum

Konsep tematik kualitas lingkungan hidup merupakan pendekatan yang menilai kondisi lingkungan secara terintegrasi melalui beberapa komponen utama yang saling berkaitan, yaitu kualitas air, kualitas udara, kualitas air laut, dan kualitas lahan. Kualitas air menggambarkan kondisi badan air darat dalam mendukung kebutuhan ekosistem dan manusia, kualitas udara mencerminkan tingkat kebersihan atmosfer dari zat pencemar, kualitas air laut menunjukkan kesehatan ekosistem pesisir dan laut, sedangkan kualitas lahan merepresentasikan kondisi fisik, kimia, dan biologis tanah dalam mendukung fungsi produktif dan ekologis.

Di Indonesia, kualitas lingkungan digambarkan oleh indikator Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). IKLH merupakan nilai komposit dari Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), Indeks Kualitas Lahan (IKL), dan Indeks Kualitas Air Laut (IKAL). IKLH hadir sebagai alat ukur kinerja pengelolaan lingkungan hidup yang digunakan untuk menilai keberhasilan program perbaikan kualitas lingkungan di Indonesia. IKLH juga dapat dijadikan acuan dalam pengambilan kebijakan yang bertujuan memperbaiki dan melindungi lingkungan.

Sektor Prioritas

Target Kebijakan

Visi Indonesia Berkelanjutan 2045

Indikator IKLH ditetapkan sebagai salah satu indikator Sasaran Visi dalam RPJPN 2025-2045. Program ini dijabarkan ke dalam RPJMN 2025-2029 melalui Program Prioritas (PP) Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup dan Tata Ruang.

8 Arah Kebijakan Prioritas

Fokus strategi pengelolaan lingkungan hidup periode 2025-2029

Peningkatan Kualitas Air Sungai & Danau

Peningkatan Kualitas Udara Kab/Kota

Peningkatan Kualitas & Kesehatan Air Laut

Peningkatan Kualitas Lahan

Peningkatan Kualitas Ekosistem Gambut

Pengelolaan Limbah B3 & Radioaktif

Penegakan Hukum & Penataan Ruang

Pemanfaatan Instrumen Pencegahan Dampak LH

Diperlukan koordinasi aksi peningkatan kualitas lingkungan hidup yang intensif untuk memastikan keberjalanan seluruh arah kebijakan dan program yang telah direncanakan.

Capaian Terkini

Dashboard IKLH Nasional 2025
78.58
Nilai IKLH Nasional (2025)
Melampaui Target (76.49)
54.78
Nilai IKA Nasional (2024)
98.7% dari Target (55.5)
37/38
Provinsi Mencapai Target IKLH
Capaian Spasial 2025

Rincian Komponen IKLH Nasional 2025

Capaian indeks pada sektor Udara, Air Laut, Lahan, dan Air.

Sebaran Kategori Provinsi

Berdasarkan 38 Provinsi di Indonesia.

Dinamika Wilayah (Kualitas Air)

Secara spasial, terdapat 13 provinsi yang telah mencapai target IKA, sementara sebagian besar (37 provinsi) berada pada kategori sedang. Dinamika menunjukkan 17 provinsi mengalami penurunan kualitas air, sedangkan 8 provinsi menunjukkan tren perbaikan.

Evaluasi & Tantangan Utama

Belum optimalnya capaian Indeks Kualitas Air (IKA) secara nasional terutama dipengaruhi oleh tingginya beban pencemar organik (BOD). Hal ini mengindikasikan bahwa pengelolaan limbah domestik (air limbah rumah tangga) masih belum memadai di banyak wilayah.

Rencana Ke Depan

Pemetaan Wilayah Prioritas

Pemetaan dan analisis wilayah prioritas pencemaran berdasarkan data kualitas udara, air, laut, tanah, dan lahan (termasuk kawasan gambut, DAS, kawasan industri).

Rekomendasi Kebijakan Lintas Sektor

Penyusunan rekomendasi kebijakan lintas sektor yang mendukung pencapaian target IKLH nasional dan subnasional serta penguatan tata kelola lingkungan daerah.

Penguatan Monitoring & Evaluasi

Penguatan monitoring dan evaluasi dalam kesesuaian metodologi pengambilan dan perhitungan data Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).

Satu Data Kualitas Lingkungan

Pengembangan penguatan Satu Data Kualitas Lingkungan Hidup untuk meningkatkan operabilitas data antar instansi secara akurat dan terpadu.

Pengendalian Pencemaran Udara

Penelaahan kebijakan pengendalian pencemaran udara (PM2.5) dan emisi yang bersumber dari sektor energi serta sektor transportasi.

Pilot Penggunaan Kembali Air

Kajian dan identifikasi pilot penggunaan kembali air limbah (greywater) dan air hujan pada kawasan industri maupun kawasan permukiman.

Mitra Pembangunan

GIZ
Climate and Biodiversity Hub Indonesia (ClimB)

Climb bertujuan untuk memperkuat kerangka kebijakan untuk menciptakan kondisi pendukung untuk pelaksanaan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dan tindakan keanekaragaman hayati yang lebih efektif dan kohesif di Indonesia. 

UK FDCO
Low Carbon Development Development (LCDI) Programme
Program LCDI Phase 2 merupakan kelanjutan dukungan Pemerintah Inggris melalui FCDO kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian PPN/Bappenas, untuk memperkuat implementasi pembangunan rendah karbon.
WRI Indonesia
LTS 2050 is now…

bertujuan untuk memperkuat model makro LCDI secara nasional dan memperkuat implementasi PRK di empat provinsi prioritas (Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Bali, Sumatera Barat)

Penerapan PBI

Update Terkini

Berita terkini mengenai topik pembangunan seputar pembangunan berketahanan iklim

to top