Kebijakan Pembangunan Berketahanan Iklim

Lebih dari separuh produk domestik bruto dunia memiliki risiko kehilangan yang disebabkan oleh perubahan iklim. Oleh karena itu, implementasi pembangunan rendah karbon yang berketahanan iklim menjadi prioritas.

Kompas. Gelaran pertemuan perubahan iklim dunia COP 26 di Glasgow, Skotlandia, baru saja usai dengan menghasilkan beragam resolusi sekaligus pekerjaan rumah. Salah satunya isu tematik loss and damage (L&D)/kerugian dan kerusakan yang menjadi salah satu bahasan utama antarpara pihak (negara peserta COP 26).

Menurut Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (UNFCCC, L&D), merujuk kepada efek negatif variabilitas (fluktuasi yang tiba-tiba) dan perubahan iklim yang tak dapat diatasi atau diadaptasi oleh manusia, isu ini mengemuka karena meningkatnya dampak L&D akibat perubahan iklim saat ini dan frekuensinya yang cenderung meningkat di masa depan, khususnya negara-negara dengan kerentanan tinggi dan kapasitas adaptif rendah. Read more…

etuya ari

Ringkasan Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas vel felis ultrices, ultrices mi ut, auctor odio. Suspendisse consequat, nisi vel …

Komunikasi

Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Jerman terus memperkuat kolaborasi dalam mendorong percepatan implementasi ekonomi sirkular di Indonesia. Melalui proyek InCircular: Promoting a Circular …

Komunikasi

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bersama Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth and Development …

Gallery Kegiatan

Kegiatan A

Lorem Ipsum (Testing)

Alamat

Gedung Lippo Kuningan 15th Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav.B-12, Jakarta 12940

Kontak

©2023 Low Carbon Development Indonesia

to top