Bahasa IndonesiaEnglish
Bahasa IndonesiaEnglish

Pembangunan Berketahanan Iklim (PBI)

Pembangunan Berketahanan Iklim hadir sebagai kebijakan strategis untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekologi dalam meminimalkan risiko kerugian ekonomi akibat dampak perubahan iklim yang kian nyata.

Informasi Umum

Peningkatan frekuensi bencana akibat perubahan iklim yang berdampak pada berbagai sektor diproyeksikan dapat menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp2.005 triliun pada tahun 2029 di bawah skema Business as Usual (BaU).

“Sebagai langkah menekan risiko kerugian ekonomi tersebut, Aksi Pembangunan Berketahanan Iklim (PBI) diimplementasikan melalui tindakan pengelolaan dampak untuk memperkuat ketahanan sosial, ekologi, serta mengurangi potensi kerugian ekonomi di lokasi prioritas.”

Kebijakan strategis ini telah terintegrasi secara formal ke dalam RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029. Fokus utama PBI diarahkan pada empat sektor paling rentan guna memastikan ketahanan nasional yang lebih kokoh. Melalui implementasi aksi PBI yang konsisten, laju peningkatan potensi kerugian pada tahun 2029 diperkirakan dapat ditekan menjadi sebesar Rp1.913 triliun.

Urgensi Pembangunan

Skenario BaU

Rp2.005 T

Skenario dengan intervensi PBI

Rp1.913 T

Sektor Prioritas

Sektor Dalam Tematik

Sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kerentanan, dampak, dan risiko iklim nasional, maka perencanaan PBI difokuskan pada 4 (empat) sektor prioritas yang berkontribusi besar terhadap pendapatan sektor PDB.

Target Kebijakan PBI (% Penurunan Potensi Kerugian Ekonomi)

Indikator PBI dalam RPJMN 2025-2029 adalah Persentase Penurunan Potensi Kerugian Ekonomi akibat perubahan iklim terhadap PDB (%) pada empat sektor prioritas.

Capaian Terkini

Status Monitoring 2025

Capaian Aksi Pembangunan Berketahanan Iklim Tahun Anggaran 2020- 2024 dalam % Penurunan Emisi Terhadap PDB (Kumulatif)

Target dan Capaian Kinerja

Tahun Anggaran 2020–2024

Rencana Ke Depan

Kajian Loss and Damage

Pelaksanaan kajian mendalam terkait potensi kerugian dan kerusakan (Loss and Damage) secara spesifik pada empat sektor prioritas PBI.

Piloting PBI Lab

Pengembangan dan penerapan uji coba (piloting) PBI Lab sebagai wadah inkubasi inovasi dan solusi ketahanan iklim berbasis wilayah.

Sistem AKSARA PBI

Pengembangan dan penyempurnaan sistem digital AKSARA PBI guna mendukung pemantauan, pelaporan, dan evaluasi aksi iklim yang terintegrasi.

Monitoring Lanjutan

Evaluasi berkelanjutan (Monev) untuk memastikan setiap intervensi program berjalan sesuai target dan memberikan dampak penurunan risiko kerugian.

Mitra Pembangunan

GIZ
Climate and Biodiversity Hub Indonesia (ClimB)

Climb bertujuan untuk memperkuat kerangka kebijakan untuk menciptakan kondisi pendukung untuk pelaksanaan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dan tindakan keanekaragaman hayati yang lebih efektif dan kohesif di Indonesia. 

UK FDCO
Low Carbon Development Development (LCDI) Programme
Program LCDI Phase 2 merupakan kelanjutan dukungan Pemerintah Inggris melalui FCDO kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian PPN/Bappenas, untuk memperkuat implementasi pembangunan rendah karbon.

Penerapan PBI

Update Terkini

Berita terkini mengenai topik pembangunan seputar pembangunan berketahanan iklim

to top