Accelerating Circular Economy Implementation in Indonesia
Navigasi Proyek
Informasi utama
Program & kegiatan terkait
- Pengarusutamaan CE Tingkat Regional
- Pengembangan Policy Laboratory CE
- Analisis Enabling Condition Ekosistem CE
- Kerja Sama Bisnis EU–Indonesia di Sektor CE
- Knowledge Exchange EU–Indonesia
Keluaran Program
Sep 2025 (11–12)
Lokakarya Pengarusutamaan CE dalam Perencanaan Pembangunan Provinsi Jawa Barat (Offline Workshop + Pre-Workshop Online 9 Sep). Dihadiri ±34 peserta perwakilan OPD Jabar, 5 K/L pusat, EUICF. Output: identifikasi strategi & rencana aksi CE per sektor (pangan, tekstil, plastik, konstruksi, elektronik, otomotif, kertas).
Okt 2025 (22–24)
Lokakarya Validasi Data Peta Jalan CE Jawa Barat — identifikasi data baseline, target pembangunan, dan indikator langsung/tidak langsung. Format: 2 hari penuh di Bandung, ±40 peserta pemda Jabar.
Nov 2025 (6)
Sesi Ekonomi Sirkular dalam Lokakarya Nasional: 'Evaluasi Capaian Indikator Lingkup Lingkungan Hidup dalam RPJMN 2020–2024' yang diselenggarakan Bappenas — diseminasi progres CE nasional.
Jan 2026 (14)
Desk Validasi Data Peta Jalan & Rencana Aksi CE Jawa Barat — finalisasi baseline dan indikator sektoral.
Feb 2026 (TBD)
Workshop 1: 'Understanding the State of Play — Identifying Priority Needs' — Mobilising EU Businesses to Accelerate CE Transition in Indonesia. Fokus sektor: elektronik & peralatan listrik; pangan & pertanian. ±40 peserta (K/L, EU Delegation, EuroCham, EIB, perusahaan Eropa, Kadin, IBCSD).
Apr 2026 (13–14)
Konsultasi Publik Peta Jalan & Rencana Aksi CE Provinsi Jawa Barat (2 hari, The Papandayan Hotel, Bandung) — finalisasi dan validasi multi-stakeholder lintas sektor (pangan, tekstil, plastik, konstruksi, elektronik, otomotif, kertas) dengan keterlibatan industri swasta (Coca-Cola, P&G, Superindo, PT Indocement, Toyota, Hyundai, APKI, RTL, dll.).
Apr 2026 (20–24)
Knowledge Exchange/Study Visit ke Eropa: Belgia (Brussels–Mechelen–Antwerp) & Belanda (Tilburg–Den Haag–Delft–Amsterdam–Utrecht). 10 delegasi ari Bappenas, Kemenperin, KLH, Kemenko Pangan, Kemenko Perekonomian, Kemenlu, Pemprov Jabar.
Dampak & Kontribusi Kolaborasi
Dampak Terhadap Kebijakan Nasional
- Penguatan integrasi Ekonomi Sirkular dalam dokumen perencanaan nasional: RAN-ES telah dituangkan ke dalam RPJMN 2025–2029 sebagai Priority Program (PP), dengan 3 indikator utama terukur yang salah satunya (Tingkat Input Material Sirkular) masuk ke target RPJMN.
- Kontribusi pada pencapaian target iklim nasional: implementasi CE diproyeksikan mampu mengurangi timbulan limbah 18–52% dan menurunkan emisi GRK sebesar 128 juta ton CO2 ekuivalen.
- Proyeksi dampak ekonomi: penerapan CE berpotensi meningkatkan PDB Indonesia sebesar Rp 593–638 triliun pada 2030 dan menciptakan 4,4 juta lapangan kerja hijau.
- Dukungan target Jawa Barat: kontribusi penurunan emisi GRK Jabar mencapai 7,99%; CE Jabar difokuskan pada sektor industri penyumbang PDB tertinggi namun berpotensi emisi besar, sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi Jabar 7,97% pada 2029.
Dampak Terhadap Kapasitas Kelembagaan
- Peningkatan kapasitas pemda: ±34 OPD Provinsi Jawa Barat dari 7 sektor (pangan, tekstil, plastik, konstruksi, elektronik, otomotif, kertas) terlibat aktif dalam siklus penuh penyusunan Peta Jalan CE — dari identifikasi strategi, validasi data baseline, hingga konsultasi publik multi-pemangku kepentingan.
- Penguatan koordinasi lintas K/L: sesi TAG melibatkan Bappenas, KLH, Kemenperin, Kemenko Pangan, dan Kemendagri dalam satu platform teknis terpadu untuk membahas hambatan, peluang, dan mekanisme pendanaan CE.
- Transfer pengetahuan regulasi: peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai EPR, SIH (Standar Industri Hijau), skema TKBI, dan prinsip 9R sebagai pendekatan operasional CE.
- Penguatan kapasitas subnasional: diseminasi panduan CE untuk 38 provinsi (200 peserta) dan 70 peserta kabupaten/kota Jawa Barat membangun fondasi implementasi CE dari pusat hingga daerah
Dampak Terhadap Kemitraan Bisnis & Investasi
- Mobilisasi sektor swasta: pelibatan aktif lebih dari 15 perusahaan besar (Coca-Cola/Amandina, P&G, Superindo, PT Indocement, Solusi Bangun Indonesia, Toyota, Hyundai, APKI, RTL, Tirta Investama Aqua, dll.) dalam penyusunan roadmap CE sektoral Jawa Barat.
- Potensi kerja sama EU–Indonesia: identifikasi peluang konkret di sektor waste valorisation & recycling, circular industrial parks, green design & sustainable product standards, digital circular solutions, dan sustainable procurement.
- Fasilitasi pendanaan: 71% investor global telah mempertimbangkan risiko dan peluang keberlanjutan; EUICF memfasilitasi akses ke skema pembiayaan hijau melalui EIB, TKBI, dan SIH.
Kontribusi terhadap Knowledge & Inovasi
- Benchmarking internasional: study visit ke Eropa memberikan referensi langsung praktik terbaik EPR, koordinasi horizontal–vertikal tata kelola CE, dan model bisnis sirkular dari Belgia & Belanda kepada 10 pejabat kunci Indonesia.
- Model policy laboratory: konsep yang dikembangkan EUICF–Bappenas akan berfungsi sebagai accelerator tata kelola, menguji intervensi kebijakan CE dalam kondisi nyata sebelum direplikasi secara nasional.
- Sistem monitoring berbasis data: pengembangan platform dashboard CE regional sebagai alat pemantauan dan evaluasi implementasi roadmap, memperkuat evidence-based policy making.